Berbicara tentang hati,
berbiacara tentang perasaan,
berbagai luahan yang tersembur,
berbagai tomahan hati yang di debatkan,
penuh dengan rasa dan emosi.
Sungguh,
segalanya telah di luahkan,
tetapi mengapa tidak mampu sampai ke hati mreka,
adakah tembok yang menjadi penghalang segalanya,
tersekat di sebalik pintu,
menanti untuk masuk ke dalam dengan seizinNYA,.
Sungguh,
jiwa tersentak dan hati terobek,
bermain dengan berjuta rasa,
tapi tiada siapa yang memahami kecuali Allah,
meraung di dasar hati,
memberontak dengan jalan cerita hidup,
apa ni Ya Allah,
apa semua yang terjadi ini,
aku bkanlah orang yang mampu bermain dengan takdir,
aku bukan lah insan yang mampu berlapang dada,
aku bukanlah makhluk yang sentiasa mengambil ibrah,
aku hanya mampu mengira detik-detik terakhir,
sungguh..!!!
takkan pernah terdaya,
mengukngkapkan setiap rasa di dasar,
segalanya di pendamkan,
yang terluah seolah pelangi yang begitu indah,
namun tertanam beribu kedukaan yang tak mampu di cabut.
perit dan sakit,
tak kan pernah mampu terubat,
hanya Allah menjadi pendamping hidup,
memberikan jawapan untuk menreuskan jalan cerita ini.
cukuplah melihat pelangi yang terpancar,
dan cukuplah keperitan terbuku di pertengahn hati,
dan kedukaan tertanam di dasar hati.