> src="h

Sabtu, 16 April 2016

rinduku tiada batas

Adakah aku salah,
adakah silapku atas segalanya,
ya Allah,
sungguh aku tak kuat,
tersungkur dan terus tersungkur,
menghadapi ujianMu aku terjatuh,
hilangnya keteguhan tembok itu,
di binasakan sang nafsu durjana.

Ya Allah,
perit yang teramat perit ,
ingin ku berlari dari dunia ini,
ingin ku menghilang membawa diri,
ingin ku bersembunyi bersama cintaMU,
mengubati hati yang teramat lara,
tiada yang bisa memahami apa lagi nak menghayati.

Hilang nya mereka di sisi,
mereka pergi dan terus pergi,
lalu aku semakin diam membatu,
menjadi kan diri bukan seperti kebiasaanyya,
menukarkan diri kepada menyakitkan hati y lain,
sungguh itu bukanlah diri ku,
penuh dengan tusukan kata-kata menyakitkan.

Andai saja permintaanku untuk mereka kembali mampu di kabulkan,
diriku masih mampu utuh seperti dahulu,
tapi seolah segalanya bukan kerana Allah,
apa semua ini???
apa semua ini??
Ya Allah berikan aku jalan yang sebenar,
sungguh aku sangat mencintaiMU ya RABB,
bukan sekadar di bibir tapi di hati,
aku hanya ingin KAU ya Rabb,
izinkan aku mencintaiMu setulusnya,
izinkan aku mengadu kerinduan padaMU,
izinkan aku mengadu sedikit pengertian daripadaMU,
izinkan aku mampu memegang hati-hati merka Ya Rabb.

Sungguh,
cerita ini terkadang tak mampu untuk di tafsir,
buntu di pertengahan mencari petunjuk jalan cerita,
terpinga-pinga aku kekusutan,
kerinduan membuak menantikan jalan penamat,
tetapi masih berada di persimpangan,
yang terkadang merasa ragu untuk memilih nya.
berikan aku hidayah itu Ya RABB,
sunggu menjaga hidayah itu benda yang teramat sulit,
hilangnya hidayah maka aku tersungkur semula,
jiwa besar tu nukan aku,
tetapi akulah salah satunya yg mengejar jiwa itu/

Tiada ulasan: